Buku ini mengelaborasi semua persoalan mendasar yang berada dibalik geliat gerakan pembebasan OPM sekaligus membongkar kejahatan Indonesia dalam bentuk policy yang kemudian mengejawantah dalam aneka aksi kekerasan dan tindakan represif ofensif (khususnya di bawah rezim militeristik-korup ORBA).
Buku ini merinci sejarah kasus orang-orang Australia yang telah menghadapi dilema moral dna etik dan melalui berbagai keadaan telah menjadi apa yang disebut sebagia si 'peniup peluit' atau pengungkap fakta. Cerita-cerita mereka menjadi sebuah panduan, sebuah peringatan dan sebuah inspirasi bagi sebagian dari kita yang mungkin menghadapi dilema semacam itu.
Diterjemahkan dari disertasi doktoral di National University of Singapore dengan judul 'Breaking the immortalized past: anti communist discourse and reconciliatory politics in post-Suharto Indonesia'. Buku ini turut ambil bagian dalam menempatkan masa lalu pada tempatnya dan rekonsiliasi antar berbagai kelompok berikut keturunannya yang pernah berseteru dan saling menaruh curiga dalam tragedi 1…
Dalam buku ini Bronkhorst mengajak kita untuk menyadari bahwa kita tidak harus berjalan membungkuk gara-gara beratnya beban masa lalu. Untuk itu, ide tentang komisi kebenaran dan rekonsiliasi sebagai salah satu alternatif perlu didiseminasikan dan disosialisasikan. Tentang apa dan bagaimanakah komisi kebenaran itu, mengapa diperlukan, bagaimana pengalaman negara-negara lain dengan penyelesaian …
Penyiksaan merupakan satu dari pelanggaran berat terhadap hak-hak fundamental dari manusia. Ia menghancurkan harkat dan martabat manusia dengan merendahkan tubuh mereka sambil juga menyebabkan kerusakan, kadang-kadang tak dapat dipulihkan, terhadap pikiran dan jiwa mereka. Akibat yang menggentarkan dari pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan ini menyebar ke keluarga dari para korban dan …
Menghadirkan eksplorasi definitif mengenai 21 komisi kebenaran di pelbagai belahan dunia,dengan memberi penekanan khusus pada Afrika Selatan, El Salvador, Argentina, Chili dan Guatemala. ---------------------- Diterbitkan pertama kali dalam Bahasa Inggris oleh Routledge, 2002
Teitel mengajukan sebuah konsepsi normatif yang baru tentang keadilan. Pemahaman tentang keadilan tidak bisa dilepaskan dari pengaruh politik yang sangat kuat terhadap kedaulatan hukum yang telah menjadi simbol transisi liberal. -------------------------- Diterjemahkan dari Transitional Justice , Oxford dan New York: Oxford University Press, 2000
Memaparkan berbagai perangkat hak asasi manusia internasional dalam ranka memutus rantai impunitas yang melekat pada penguasa dan perangkat hukum yang diciptakannya sehingga tercegah kejadian serupa di kemudian hari. Harapannya agar berbagai perangkat hukum yang disusun emerintah mengenai HAM tidak bertentangan dengn aprosedur dan norma-norma yang telah diterima oleh masyarakat internasional.
Merupakan kumpulan tulisan dari enam ahli hukum dan hak asasi manusia seperti Vratislav Pechota dan Antonio Cassese. Berisi sejarah munculnya Kovenan internasional hak-hak sipil dan politik dan konflik-konflik kepentingan yang muncul dalam proses pembuatannya.
diterjemahkan dari= Monitoring Places of Detention: A Practical Guide, Jenewa: APT, 2004.