Diterjemahkan dari disertasi doktoral di National University of Singapore dengan judul 'Breaking the immortalized past: anti communist discourse and reconciliatory politics in post-Suharto Indonesia'. Buku ini turut ambil bagian dalam menempatkan masa lalu pada tempatnya dan rekonsiliasi antar berbagai kelompok berikut keturunannya yang pernah berseteru dan saling menaruh curiga dalam tragedi 1…
Penulis lain: Baskara T. Wardaya ; George Junus Aditjondro ; Hersri Setiawan ; Islah Gusmian ; Mudhofir Abdullah
Hersri Setiawan sebagai salah satu eks Tapol Pulan Buru menampilkan suara batin dan alam pikirannya yang masih setia menyuarakan kebenaran, hal yang dilarang pada rezim orba untuk disuarakan.
Buku ini merupakan kajian ulang sejarah formal yang telah dibakukan selama ini oleh Suharto. Dengan paradigma gender, penulis berhasil melakukan penelusuran sejarah yang disembunyikan tentang gerakan perempuan di Indonesia. Selain itu juga mendekonstruksi bangunan berpikir sebuah masyarakat dari rejim yang merepresentasikan dominasi berpikir laki-laki.
Lampiran : Sejarah dan penerapan konvensi perempuan , catatan seorang anggota komite CEDAW 2001-2004
Buku ini merupakan sejarah lisan yang ditulis berdasar penuturan para korban tragedi G30S PKI yang mengulas secara lugas apa yang terjadi di balik peristiwa berdarah 1965. Selama ini kebenaran mengenai peristiwa itu sangat gelap karena rekayasa dan manipulasi rezim Orde Baru. Dari penuturan para korban kita menjadi tahu bagaimana militer mengurung, menangkap, dan membasmi gerakan kiri. Juga kit…
Catatan: kata pengantar oleh Asmara Nababan.