UU No. 22 tahun 1999 adalah langkah pembaharuan besar dalam sejarah desentralisasi dan pemerintahan daerah di Indonesia, buku ini tidak hanya menawarkan paradigma baru desentralisasi dan otonomi daerah, melainkan juga merekomendasikan RUU otonomi Daerah yang bersifat alternatif dalam rangka perbaikan dan penyempurnaa kebijakan otonomi daerah.
Dengan menelusuri isu-isu multikulturalisme, pascakolonialisme, fundamentalisme, terorisme, dan globalisasi, Sen membongkar stereotip-stereotip soal Timur dan Barat dan menghantam keras pandangan picik soal identitas yang kini menjadi pemicu utama pertikaian-pertikaian kontemporer
Polemik peristiwa bom BAli tidak pernah bisa dilepaskan dari peranan media massa. media massa memiliko peran yang sangat penting dan strategis dalam pembentukan opini publik karena mampu memengaruhi peristiwa tersebut bahkan membuat audien tidak sadar akan peristiwa yang sesungguhnya terjadi. perselingkuhan media, pemilik modal, dan kekuasaan merupakan lingkaran setan yang membatasi otoritas wa…
Bagi kelompok positivis, desentralisasi merupakan syarat mutlak adanya pembangunan didaerah. Ia tidak melulu diatur oleh pusat sebagai sentrum kekuasaan. sementara kelompok relativis menegaskan pembangunan dapat terjadi tanpa adanya desentralisasi, karena anggapannya desentralisasi dapat berlangsung tanpa diiringi pembangunan.^bab