Buku ini merupakan hasil pengalaman IRE Yogyakarta selama lebih dari 10 tahun dalam melakukan advokasi di berbagai daerah dan beragam program mulai dari level desa sampai nasional.
Biografi ELSAM ini menyorot pada beberapa gagasan, program, dan agenda besar yang diusung ELSAM, yang secara signifikan berkontribusi pada perkembangan demokrasi, penegakan keadilan, dan pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia di Indonesia. Buku ini mengangkat beberapa pengalaman faktual tentang keberhasilan ELSAM dalam advokasi kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia, advokasi kebijakan, dan pen…
Tidak terdapat rujukan yang pasti mengenai berapa jumlah lembaga negara yang ada, namun setidaknya sampai tahun 2011, setidaknya terdapat 88 lembaga negara independen, baik yang dibentuk melalui undang-undang maupun Keppres, ataupun Peraturan pemerintah. Sementara itu berdasar sumber lain di tahun 2012, tercatat sebanyak 94 lembaga negara. Untuk membiayai sejumlah lembaga negara tersebut, angga…
Artikel ini menjabarkan mengenai peran gereja dan Lembaga Pelayanan Kristen dalam penyelesaian konflik/kekerasan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia menuju tercapainya rekonsiliasi nasional. (p. 53-62)
Tak dapat dipungkiri keberadaan NGO dipengaruhi juga oleh lembaga Donor Sebagai Penyandang dana. Partogi Nainggolan dalam tulisan selanjutnya, manyatakan bahwa bantuan negara donor tak selamanya berhasil mengingat adanya perbedaan cara pandang. Donor umumnya berasal dari negara maju mengenalkan berbagai macam teori modernisasi versi merka kepada kalangan NGO dinegara dunia ke tiga. dengan meruj…
Ketika ditangkap dan dipenjarakan di Penjara Cipinang, Wilson adalah Koordinator SPRIM, suatu kelompok solidaritas yang mendukung proses penentuan nasib sendiri di Timor Lorosae (Timor Timur/Timor Leste) dan membantu mahasiswa-mahasiswa Timor Timur yang aktif di dalam gerakan perlawanan dan menetap di Jawa (Kata pengantar oleh Xanana Gusmao). Buku ini berangkat dari catatan pribadi Wilson, yang…
Buku ini berisi profil beberapa LSM lingkungan hidup, ekonomi dan pembangunan, anak dan gender, hukum, politik serta perburuhan di Indonesia. Juga dilengkapi revitalisasi budaya lokal pengalaman beberapa LSM di Indonesia.
Blue print disusun berdasarkan hasil evaluasi permasalahan internal dan eksternal selama 4 tahun. Perumusan blue print ii untuk mengetahui apakah struktur organisasi, SDM, anggaran, budaya organisasi, sistem manajemen kontrol bisa menjawab kebutuhan pengembangan organisasi ke depan.