Buku kedua dari tiga buku Das Kapital ini ditulis oleh F.Engels berdasarkan catatan dan surat-surat Karl Marx. Buku ini memberikan suatu dasar vital bagi keseluruhan teori Marx mengenai ekonomi kapitalis dan masyarakat borjuis. Buku dua ini menjelaskan tentang ketiga bentuk kapital: kapital uang, kapital produktif dan kapital komoditi. Hingga batas yang jauh buku II menyelidiki selalu saling te…
Buku ketiga kapital dipandang sebagai pelengkapan kritik Marx atas kapitalisme, tanpa buku ketiga ini kita tidak dapat mengerti, baik hukum mengenai tingkat laba yang dominan, maupun pecahnya nilai lebih menjadi laba, bunga dan sewa atau bekerjanya hukum nilai didalam bidang persaingan.
Laporan ini sebagai upaya masyarakat sipil untuk ikut bertanggungjawab membantu mengikis kejahatan penyiksaan di Indonesia. Laporan ini diserahkan kepada Komite Anti Penyiksaan PBB yang mereview laporan kedua (supplementary report) Pemerintah Indonesia pada tanggal 5-7 Mei 2008 dan kepada Prof. Manfred Nowak, Pelapor Khusus Penyiksaan PBB dalam kunjungannya ke Indonesia tahun 2007.
Transisi demokrasi ternyata membawa jejak yang mengenaskan. Di berbagai negara, setelah rejim otoriter runtuh, bukan transisi menuju demokrasi yang terciptakan, melainkan transisi menuju neoliberalisme dan demokrasi pasar. Disana-sini komplotan para oligark dan rejim pro pasar yang akhirnya duduk di tampuk kekuasaan. Kalangan ini lebih suka membawa demokrasi dalam paham yang sedikit lebih mirip…
Daftar isi: Keterbukaan, kekerasan dan ketertutupan; Masyarakat terbuka: catatan kritis untuk pesona sebuah konsep; komunitarianisme versus hak asasi manusia; Berakhirnya surga penegakan hukum: Refleksi HAM pasca-OrdeBaru; Tantangan kebebasan berpikir dan berekspresi di Indonesia; Jerta negara dan pasar dalam ruang publik; Merawat khalayak dan ruang khalayak; Kekisruhan semantik: sumber keruwet…
Kajian terhadap warisan masa orde baru yang telah mengakar dalam sistem sosial, politik, ekonomi dan kemasyarakatan di Indonesia. Kejatuhan rezim Soeharto sudah berlalu delapan tahun, empat pemerintahan telah berganti, namun ternyata tidak ada perubahan yang substansial bagi demokrasi di Indonesia. Soeharto selama 32 tahun kekuasaannya berhasil memporak-porandakan seluruh sistem demokrasi …