Image of Warisan orde baru: studi fenomena dan sistem bablasan rezim Soeharto di era reformasi

Book

Warisan orde baru: studi fenomena dan sistem bablasan rezim Soeharto di era reformasi



Kajian terhadap warisan masa orde baru yang telah mengakar dalam sistem sosial, politik, ekonomi dan kemasyarakatan di Indonesia.


Kejatuhan rezim Soeharto sudah berlalu delapan tahun, empat pemerintahan telah berganti, namun ternyata tidak ada perubahan yang substansial bagi demokrasi di Indonesia. Soeharto selama 32 tahun kekuasaannya berhasil memporak-porandakan seluruh sistem demokrasi dan lebih membangun sebuah sistem dan organisasi birokrasi yang semuanya bertumpu pada kebijakannya. Tatkala ia mundur karena tekanan rakyat dan mahasiswa pada 21 Mei 1998, sistem yang ada sebagian besar masih merupakan sistem yang loyal padanya. Mulai dari birokrasi pemerintahan, partai politik, militer, polisi, hakim, jaksa, bisnis swasta hingga intelijen dikuasai oleh komponen pro Orde Baru.

Warisan Soeharto adalah salah satu penyebab utama kegagalan proses menuju demokrasi. Di balik kampanye keberhasilan pembangunan Soeharto yang mendapat pujian dunia internasional dan para pakar ekonomi seperti keberhasilan dalam hal "pemberantasan buta huruf", "swasembada beras", "stabilitas keamanan untuk dunia investasi" dan lain-lain ternyata pemerintahan Soeharto sebenarnya justru merusak dan menghancurkan berbagai potensi kekuatan demokrasi dan menimbulkan limbah problematik yang bersifat akut. Keberhasilan pemerintah Orde Baru sepertinya lebih dikaenakan keberhasilan aparatusnya menyembunyikan sampah dan debu di bawah karpet.

Kekayaan hutan dan tambang bumi dikuras habis untuk menghidupi para kroni kekuasaan. Utang luar negeri yang sebetulnya harus dipakai untuk menyejahterakan rakyat dikorupsi untuk kalangan keluarga dan kroni dekat Soeharto. Melalui Bulog, Soeharto mengontrol semua tata niaga yang menyangkut kebutuhan dasar sekaligus melakukan kutipan dan mark-up untuk dana politik abadi pelanggengan kekuasaan dan sebagainya. Seluruh sistem dan pranata sosial, politik dan kenegaraan sesungguhnya telah hancur saat Soeharto berpidato tentang ketersediaannya meneruskan pemerintahannya.


Ketersediaan

1124-2005320.9 WARElsam Library (Political Situation)Tersedia

Detail Information

Judul Seri
-
No. Panggil
320.9 WAR
Penerbit Institut Studi Arus Informasi (ISAI) : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
383 p.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9798933494
Klasifikasi
320.9
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Other version/related

No other version available




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this