Buku ini menganalisis kondisi ketahanan pangan Indonesia, terutama kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam hal produksi dan distribusi pangan.
Table of content: Minority rights: a major conception?; The right of everyone to enjoy the benefits of scientific progress and the right to food: from conflict to complementary; On the indivisibility and interdependence of basic rights in developing countries; A note from Bosnia and Herzegovina: Leading a displaced life; The Way home: peaceful return of victims of ethnic cleansing; Finding sham…
Kondisi ketahanan pangan dan kemiskinan berkaitan erat dengan kondisi kependudukan, karena pola konsumsi pangan penduduk yang secara lansung, akan sangat berpengaruh terhadap perubahan variabel-variabel demografi seperti fertilitas, mortalitas dan migrasi. Secara umum studi ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman keterkaitan antara kondisi ketahanan pangan dan kemiskinan dengan kondisi demogr…
Buku ini menolak alasan klise yang menyesatkan tentang penyebab kelaparan didunia ketiga seperti populasi yang terlalu padat, iklim dan sistem pertanian yang tidak efisien. buku ini justru mengetengahkan permainan kejam agribisnis multinasional, metode neo-Malthusian, dan neo kolonialisme, sekaligus membongkar akar eksploitasi.
Buku ini berusaha menjelaskan persoalan pangan di Indonesia yang tidak semata-mata masalah pengabaian hak tapi lebih ke masalah politis.
Pada tahun 2005 ini, Indonesia mengambil keputusan untuk melakukan ratifikasi terhadap dua ketentuan dasar hak asasi manusia, yaitu Kovenan Hak Sipil dan Politik (International Coenant on Civil and Political Rights) dan Kovenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (Interntaional Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights). Keduanya dikenal sebagai International Bill of Rights. Ratifikasi ini b…
Kegagalan politik pangan era Soeharto dengan revolusi hijaunya, seperti yang disinyalir Lappe dan Collins, menjadikan revolusi hijau sebagai upaya mengkounter revolusi yang dilakukan oleh orang-orang miskin yang lapar. Pada kondisi ini sektor pertanian tidak lebih sebagai alat penyokong industri sebagai katup pengaman kekuasaan Soeharto dari potensi protes dan berbagai tuntutan sosial lainnya. …
"NO FREE LUNCH!" kata si bule. Tapi pejabat kita punya bahasa lain: "Mereka hanya tak paham apa itu makanan bergizi." Itulah suara-suara yang muncul ketika banyak anak menderita busung lapar dan kelaparan mengancam dimana-mana. Lalu, siapa yang benar? Pepatah si bule atau penyataan pejabat kita? Ini negeri subur, bahkan Koes Plus bilang tongkat kayu pun jadi tanaman. Kalau demikian, bisa jadi y…