Buku ini memaparkan anatomi gerakan sosial di kalangan warga asli Papua, khususnya suku Amungme dan Komoro, terhadap eksistensi Freeport di Papua.
Buku ini memotre koran dan radio lokal di Ambon, mengenai peran mereka dalam konflik Ambon 1999-2002 dan kesulitan-kesulitan mereka untuk tetap bersikap imparsial dalam konflik tersebut.
Buku ini menceritakan tentang tragedi Idi Cut yang hanya menyisakan impunitas (kekebalan hukum) bagi pelakunya.