Mengungkap masa-masa menjelang dan sesudah berhentinya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998.Juga menguak beberapa peristiwa penting pada masa transisi pemerintahan B.J. Habibie dan K.H. Abdurrahman Wahid yang hingga kini masih dianggap kontroversial.
Berisi esai-esai dari para pemikir dari berbagai bidang mengenai keadaan Indonesia pasca reformasi. Diantaranya mengenai disintegrasi bangsa, konflik SARA, militerisme, korupsi, penegakan hukum, dan ancaman kebebasan pers.
Buku ini mengungkapkan mulai dari sejarah kemerdekaan hingga pada kejadian 30 September dan lahirnya orde baru.
Buku ini menyoroti sisi kemanusiaan dari peristiwa G30S terutama bagaimana dampak peristiwa tersebut bagi masyarakat.
Mengurai pelacakan tentang operasi kekerasan yang dilakukan oleh orde baru. Juga menunjukkan bagaimana rezim orde baru melakukan penjinakan lewat jalan kekerasan baik secara fisik, psikologis, maupun politik.
Penulis lain: Baskara T. Wardaya ; George Junus Aditjondro ; Hersri Setiawan ; Islah Gusmian ; Mudhofir Abdullah
Hersri Setiawan sebagai salah satu eks Tapol Pulan Buru menampilkan suara batin dan alam pikirannya yang masih setia menyuarakan kebenaran, hal yang dilarang pada rezim orba untuk disuarakan.
Memaparkan kehidupan seseorang yang bukan merupakan tokoh sejarah Indonesia, tetapi merupakan pelaku langsung sejarah di Tahanan Salemba dan inrehab Pulau Buru. Kresno Saroso menjadi salah satu tahanan politik karena dianggap bersinggungan dengan Peristiwa 1965.