Buku "100 orang Angkat Pena Demi Dialog Papua" merupakan salah satu bentuk dan wujud ekspresi orang Indonesia, dari Aceh sampai tanah Papua yang bersama-sama merasakan perjalanan panjang penderitaan orang Papua yang sampai sekarang masih terbelenggu oleh lilitan kekerasan, stigma dan berbagai bentuk intimidasi yang tidak habis-habisnya sampai di abad ke-21 ini.
orum Akademisi untuk Papua Damai dibentuk 2011 di Jakarta. Anggotanya para akademisi dari berbagai universitas di Indonesia. Tujuannya: menyumbangkan pemikiran akademis untuk terwujudnya perdamaian di Papua. Anggota Forum itu menyumbang tulisan yang terkumpul dalam buku ini. Bahasannya hampir meliputi semua aspek masalah yang masih berlangsung di ujung timur Indonesia itu.
Isu Conflict of Interest ini sengaja diangkat karena dipicu oleh meledaknya kasus Enron sebuah perusahaan publik di negara yang konon kondang dengan predikat "law abiding citizen" konon paling siap serta sangat lanjut dalam penerapan Good Corporate Governance.
KNuPKA (Komisi Nasional untuk Penyelesaian Konflik Agraria)
Senior officers can use this handbook as a code of conduct to instruct their troops and give orders in conformity with the law of war, thereby respecting the Geneva Conventions and their Additional Protocols.
Kumpulan tulisan di media massa yang ditulis ulang oleh penulis selama kurun waktu 2006-2012. Menjelaskan tipologi konflik dan menawarkan gagasan dan perspektif kelola konflik.
Penerbitan buku ini merupakan bagian dari program pendidikan perdamaian yang dilaksanakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga Jawa Tengah. Terdiri dari 13 bab, buku ini berusaha menghadirkan perspektif lokal dalam memandang masalah perdamaian di Indonesia.