Semakin hari warga dunia semakin beragam. Sayangnya, masih banyak orang yang memandang keberagaman sebagai ancaman. Berbagai kerusuhan di tanah air dan perang di negara bekas Yugoslavia, misalnya, tersulut oleh ketidakrelaan menerima outgroup. Akan lain jadinya bila kita semua memperlakukan keberagaman sebagai inspirasi untuk memperkaya kehidupan.
Dalam buku seri kedua ini, Otto Syamsuddin Ishak berusaha membongkar kembali hubungan antara negara dan masyarakat sipil, mengamati perlawanan rakyat dan gerakan damai yang dilakukan aktivis mahasiswa, atau menyoroti prilaku serdadu yan merendahkan martabat manusia. Ia juga menulis tentang GAM, perempuan Aceh, ulama dan thaliban.