Buku ini mengangkat kisah nyata perempuan Aceh yang menjadi korban karena adanya kebijakan pemerintah RI menetapkan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) pada tahun 1989.
Catatan: kata pengantar oleh Asmara Nababan.
Wani adalah seorang anak perempuan dari Wiji Thukul, seorang penyair yang berseberangan dengan pendirian pemerintah Orde Baru, dan menjadi buronan, sebagai aktifis Partai Rakyat Demokratik. Pada bulan Agustus 1996 Wani menyaksikan petugas keamanan mengobrak abrik rumahnya, dan menyita semua surat penting dan buku-buku milik Thukul serta anak-anak kampung di perpustakaan mereka. Sejak itu bapakn…