Buku esai foto ini merekam apa yang dialami oleh keluarga korban penghilangan paksa. Merekam harapan-harapan, penantian, kenangan mereka atas anak-anaknya, adik, kakak atau saudaranya. Mengingat kembali tawa dan duka saat berkumpul bersama. Lewat buku foto ini nyatalah bahwa para korban bukanlah angka statistik belaka, tapi menyangkut sebuah riwayat.
Laporan HAM ini menggambarkan situasi hak asasi manusia di tahun 1996. Memuat Peristiwa 27 Juli 1996, Tragedi Makasar berdarah; Kerusuhan Situbondo; Kerusuhan Tasikmalaya; Kerusuhan Pekalongan dan Purwakarta; Gerakan buruh; dan konflik agraria dan lingkungan hidup.
Disusun berdasarkan laporan kegiatan dan laporan pelanggaran HAM yang ditangani YLBHI dan kantor-kantor LBH Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, papua.
Memaknai peringatan hari HAM Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 10 Desember, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti kondisi politik yang terus memanas, khususnya yang dilatarbelakangi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Kondisi tersebut justru kemudian dikelola Pemerintah dengan meggunakan pendekatan yang justru mendegradasi nilai- nilai dan age…
Buku ini berisikan draft protokol opsional kedua tentang Konvensi internasional tentang hak-hak sipil dan politik yang ditujukan untuk penghapusan hukuman mati. Panduan untuk Pnedirian dan Perancangan Mekanisme Pencegahan Nasional bermaksud untuk membantu para aktor nasional dalam memilih sebuah Mekanisme Pencegahan Nasional untuk negeri mereka. Panduan ini sesuai dengan pasal-pasal yang relev…
Volume I, struggles for power and governmental accountability, deals with separation of powers, federalism, and the democratic process. Volume II, Civil rights and civil liberties is devoted to the enduring struggles to limit governmental power and guarantee civil rights and liberties.