Buku ini menggambarkan dan menganalisis konflik dan perdamaian di Aceh pasca kesepakatan Helsinki (MoU antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka(GAM), 5 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia). Sejak upaya pelaksanaan MoU, jenis konflik telah berubah dari konflik vertikal antara pemerintah pusat dengan GAM, menjadi konflik horizontal antar komponen masyarakat, terutama berkaitan dengan distrib…
A documentary about the life of civilians and conflict-affected communities during the Martial Law in Aceh. This documentary was screened in Jakarta, Malang and Yogyakarta and participated in several international independent film festivals. One afternoon, Suryani and her fellow villagers were forced to leave their homes to a camp by TNI (Indonesian Military). Her husband, Mawardi decided to…
Dilengkapi data sejarah, peta kekuatan GAM, wawancara langsung dengan narasumber di lapangan, dan kesaksian penulisnya.
Sebuah video dokumenter tentang Hak Asasi Manusia di Aceh. Bercerita mengenai pelanggaran HAM yang terjadi pada masyarakat sipil di Aceh. Dituturkan melalui Hikayat Huru Ara Mas Dom, sebuah folklore yang tumbuh di antara masyarakat Pidie Aceh secara underground. Kambing gunung yang makan jagung, kambing kampung yang kena pukul. Sebuah peribahasa yang dipakai masyarakat Kampung Tiro-Aceh untuk m…
This books offers a guide to the complexities of modern Aceh as it moves towards peace and reconstruction. the balanced coverage by leading authorities, historians and political scientists as well as journalists, probes and underlying causes of conflict that has pitted Aceh against Jakarta.
Memberikan gambaran umum mengenai proses perdamaian di Aceh.
Pada 23 Juli 1999 Teungku Bantaqiah dan para santrinya dieksekusi oleh para serdadu dengan alasan yang diada-adakan.Teungku Bantaqiah adalah seorang ulama terkemuka di Aceh yang dituduh sebagai pendukung GAM (Gerakan Aceh Merdeka)dan terlibat dalam perdagangan ganja. Sebuah Tim Pencari Fakta akhirnya dibentuk dan menjadikan pembunuhan Teungku Bantaqiah sebagai kasus yang harus diproses secara h…
Menganalisis keberhasilan RI-GAM dalam mencapai konsensus (kesepakatan normatif) - yang tertuang dalam MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005- sebagai pijakan untuk mengakhiri separatisme di Aceh dalam perspektif resolusi konflik dan integrasi politik.