Dayak Jalai di Persimpangan Jalan" adalah judul buku karya John Bamba yang membahas tentang budaya Dayak Jalai. Buku ini, diterbitkan oleh Institut Dayakologi, Pontianak pada tahun 2003, menjadi salah satu sumber utama dalam mempelajari budaya Dayak Jalai. Buku ini memberikan gambaran tentang bagaimana suku Dayak Jalai menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di era modern.
Pendokumentasian peradilan adat ini mencakup informasi dasar tentang gambaran suku, kelembagaan adat, mekanisme penyelesaian perkara adat dan sanksi adat di 25 suku Dauak di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.
Buku ini merespon persoalan otonomi daerah dan persoalan kedaerahan pada umumnya.
Tsing melakukan kajian di tengah-tengah masyarakat Dayak Meratus di pedalaman hutan hujan Kalimantan. Tsing bertujuan mengembangkan konsep baru untuk memahami masyarakat-masyarakat terpencil. Karena seperti halnya orang kota, mereka pun mengalami kapitalisme yang terus berkembnag, negara yang cenderung militeristik, dan pertarungan politik di bidang kebudayaan.