Film dokumenter yang berisikan tentang kesaksian saksi-saksi saat masa pemerintahan Soekarno dalam keadaan perang dingin. Dimana Indonesia pada masa itu menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia. tiga negara ingin sekai menjatuhkan Soekarno karena beliau di anggap ancaman bagi politik perang dingin karena keberpihakannya tidak jelas dalam mendukung blok mana.
Istilah Ajeg Bali mengandung makna pejantan dan bermuatan militeristik, slogan ini muncul setelah Bom Bali Oktober 2002. Buku ini mengupas secara komprehensif pergolakan identitas kebudayaan Bali, diawali dengan problem pembangunanisme dan globalisasi yang menjadi latar belakang perubahan sosial pada masyarakat Bali, agama pasar, masyarakat Bali yang dilanda sindrom konsumtif akut, dekadensi mo…
jurnal ini membahas tentang gerakan perempuan bagian dan gerakan demokrasi di Indonesia
Disertasi akademis untuk meraih gelar doktor pada Universitas Amsterdam, telah diterbitkan dalam judul 'Penghancuran gerakan perempuan di Indonesia'
Buku ini merupakan kajian ulang sejarah formal yang telah dibakukan selama ini oleh Suharto. Dengan paradigma gender, penulis berhasil melakukan penelusuran sejarah yang disembunyikan tentang gerakan perempuan di Indonesia. Selain itu juga mendekonstruksi bangunan berpikir sebuah masyarakat dari rejim yang merepresentasikan dominasi berpikir laki-laki.
Buku ini memetakan ideologi berdasarkan tipologi, yaitu: kiri-radikal, kiri-moderat, kanan-konservatif, kanan-liberal, dan Islamisme, yang secara sederhana bisa dikelompokkan menajdi ideologi sekuler dan ideologi yang berbasis keagamaan.
A documentary about the life of civilians and conflict-affected communities during the Martial Law in Aceh. This documentary was screened in Jakarta, Malang and Yogyakarta and participated in several international independent film festivals. One afternoon, Suryani and her fellow villagers were forced to leave their homes to a camp by TNI (Indonesian Military). Her husband, Mawardi decided to…
Antologi untuk mengenang Fauzi Abdullah (1949-2009) ini adalah salah satu literatur perburuhan berbahasa Indonesia yang memberikan tinjauan terhadap globalisasi hingga seluk beluk organisasi buruh. Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang memetakan hambatan dan tantangan serikat buruh pasca-Orde Baru, yang dipilih dari Jurnal Perburuhan Sedane dari edisi 2002 hingga 2009.