Buku ini berusaha mengungkapkan berbagai teori tentang siapa dalang di balik peristiwa 1965.
Peristiwa dini hari tanggal 30 September 1965 dapat dikatakan sebagai “malam jahanam”, yang merupakan pembuka kunci dari peristiwa-peristiwa besar selanjutnya, yaitu pembunuhan di antara sesama anak bangsa. Setelah peristiwa itu terjadi di Jakarta, maka secara serta-merta konflik horizontal di berbagai daerah pun terjadi. Saling bunuh dan penangkapan dengan tuduhan terlibat sebagai anggot…
Penulis menjadi saksi berbagai peristiwa politik di Indonesia era 1960-an, termasuk peristiwa G30S 1965.
Dilengkapi dengan CD pidato Bung Karno.
Buku ini mengajak kita untuk menyimak kembali prahara tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia pada tahun 1965-1966 dengan segala dimensinya. ada dimensi militer, dimensi keagamaan, dimensi etnis, dimensi sosial ekonomi politik.
Berkisah tentang kehidupan komunitas Tahanan Politik (Tapol) PKI di daerah pengasingan mereka di Moncongloe, Sulawesi selatan. Buku ini menyingkap bagaimana proses pelabelan Orde Baru terhadap mereka yang dianggap PKI, bagaimana kehidupan mereka di penjara, kontrol dari agen-agen negara di sana, lalu berpindah ke Kamp Pengasingan di Moncongloe, suatu kamp pengasingan yang dikontrol oleh militer…
Pada masa Eisenhower, AS berupaya mengubah arah politik Indonesia dan menggulingkan Sukarno yang cenderung sosialis. CIA secara diam-diam menyalurkan senjata untuk para jenderal yang melancarkan serangkaian pemberontakan regional. Selama Perang Dingin, tujuan utama bantuan AS kepada Indonesia bersifat politis: memperkuat kepemimpinan militer yang antikomunis karena AS amat mengkhawatirkan manuv…
Penyajian tulisan ini dimaksudkan untuk mengungkapkan Peristiwa G 30 S dan meluruskan sejarah bangsa yang sampai kini belum terungkap.
Buku ini tentang pengalaman hidup Tan swie Ling, seorang eks tapol G30S. Dimulai pada 1 Oktober 1965, ketika dia dapat berita tentag G30S. -- Kata pengantar: Ben Anderson