Book
Hubungan sipil militer dan konsolidasi demokrasi
Ada dilema yang menyelimuti negara demokrasi baru yang ingin menuju konsolidasi demokrasi. Di satu sisi supremasi sipil menuntut pengurangan privilese militer dan membatasi peran militer, sedang di sisi yang lain stabilitas politik mensyarakatkan agar konflik sipil-militer berada pada tingkat minimum. Sulit mencapai dua tujuan ini secara bersamaan sebab mengurangi kekuasaan dan privilese militer seringkali meimbulkan konflik antara sipil dan otoritas militer. Karena itu membangun supremasi sipil sebagian besar akan tergantung pada kualitas dan strategi pemimpin politik dari pihak sipil karena supremasi bukan sekedar mengurangi intervensi militer dalam politik, tetapi juga memerlukan kemampuan dari semua politisi sipil untuk mengelola pemerintahan. Ketidakstabilan poltiik sebagai akibat dari pertikaian antar fraksi dalam pemerintahan sipil akan mengundang kembali intervensi militer dalam politik.
Tidak tersedia versi lain