Perpustakaan ELSAM

  • Beranda
  • Informasi
  • Layanan
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Jurnal Dignitas: Integrasi HAM Dalam Operasi Perusahaan Perkebunan
Penanda Bagikan

Journal

Jurnal Dignitas: Integrasi HAM Dalam Operasi Perusahaan Perkebunan

Razif - Nama Orang; Sentot Setyasiswanto - Nama Orang; Imam Nasima - Nama Orang; Otto Adi Yulianto - Nama Orang; Siti Rakhma Mary - Nama Orang; Mohamad Zaki Hussein - Nama Orang;

Di masa Orde Baru, penguasaan lahan yang sentralistis telah memunculkan persoalan, tentang siapa yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur pemilikan dan pengeloaan tanah dan SDA. Dengan latar belakang tersebut, setelah Orde Baru berakhir dan agenda reformasi mulai bergulir, yang antara lain ditandai dengan kebijakan politik otonomi daerah, menjadi penting untuk mengkaji bagaimana pengaruh perubahan tatanan politik ini terhadap penguasaan lahan. Terlepas dari kenyataan bahwa kebijakan-kebijakan yang tidak partisipatif, atau bahkan represif, masih kerap muncul pada masa ini.

Sebaliknya, kasus sengketa atau perebutan penguasaan lahan kian meningkat. Adanya kebijakan pemekaran wilayah dan pengambilalihan ratusan ribu hektar tanah-tanah milik komunitas adat oleh korporasi yang membuka hutan untuk perkebunan atau pertambangan menjadi faktor penyebab paling dominan. Dalam praktiknya, baik kebijakan pemekaran dan perampasan tanah adat atau pembukaan hutan ini memang mengabaikan batas-batas lahan yang dimiliki masyarakat atau komunitas adat.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan adanya tumpang tindih regulasi, baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Suatu hal yang pada gilirannya menyulut merebaknya sengketa atau konflik agraria dan berimplikasi pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang cukup serius. Data pengaduan Komnas HAM sendiri mencatat kasus sengketa lahan selalu menempati urutan paling tinggi dari tahun ke tahun. Dari sisi aktor, pelanggaran HAM karena konflik agraria ini didominasi oleh korporasi dan pemerintah daerah. Tipologinya kasus pelanggarannya beragam, mulai dari penyerobotan dan perampasan lahan, perampasan lahan tanpa ganti rugi, kasus pemilikan dan pengelolaan lahan, pengambilalihan lahan ulayat, kasus kekerasan dalam sengketa lahan, hingga kasus eksekusi lahan oleh pengadilan.


Ketersediaan
#
Elsam Library Belum memasukkan lokasi
DG4675-2015
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Jakarta : ELSAM., 2014
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Volume IX No I Tahun 2014
Subjek
Perkebunan
Perusahaan - konflik
Perusahaan transnasional
Bisnis dan HAM
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Jurnal Dignitas: Integrasi HAM Dalam Operasi Perusahaan Perkebunan
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan ELSAM
  • Informasi
  • Layanan
  • Bantuan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan ELSAM menyimpan lebih dari 7.000 koleksi buku dengan beragam topik. Dikelola untuk menunjang pengembangan pengetahuan dan diskursus HAM di Indonesia, perpustakaan ELSAM terbuka untuk para mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum yang memerlukan sumber rujukan tentang HAM dan topik terkait. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 — Elsam Library

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?