Buku ini menarasikan peristiwa dan kenyataan bahwa alokasi anggaran dari pusat yang mengalir ke sembilan desa di Gunungkidul belum menghadirkan kesejahteraan desa. Alokasi anggaran dari pusat ke desa ternyata tidak memperkuat kapasitas keuangan desa, tetapi justru mempersempit diskresi desa dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Prakarsa desentralisasi dan otonomi desa mengusung dua semangant konfrontasi terhadap masa lalu dan menatap masa depan desa. Desentralisasi dan otonomi desa hendak menjawab krisis ekonomi-politik yang membelenggu desa akibat dari negaranisasi dan kapitalisasi. Ke depan, desentralisasi dan otonomi desa untuk mendorong penguatan posisi, eksistensi, kapasitas dan kemandirian desa dalam konteks for…