Buku ini merupakan hasil penelitian dari Jaringan Perempuan Indonesia Timur dengan Fakultas Teologi Universitas Artha Wacana. Menyajikan kisah dari para korban perempuan NTT yang menjadi korban peristiwa 1965, termasuk keterlibatan gereka yang mengharuskan mereka untuk mengaku "dosa" di hadapan jemaat dalam kebaktian-kebaktian.