sejarah kita sebenarnya telah penuh sesak dengan kisah penaklukan dan pembunuhan yang tidak berpihak pada korban. Hal itu sebenarnya menyadarkan kita bahwa kita perlu membangun sebuah sejarah baru yang lebih peduli pada ongkos-ongkos kemanusiaan yang seringkali terbuang sia sia dari penderitaan para korban, termasuk di dalamnya para perempuan korban.
The events took place in September 1965, are still clouded by uncertainties, and are beyond the3 scope of this report. However, Komnas Perempuan notes that the official version of history omits to describe the wave of violence perpetrated by the state, in the aftermath of the murder of the seven military officers