Melalui dukungan militer, birokrasi, dan sistem politik yang dirancang oleh rezim Orde Baru, Golkar berhasil membangun kelembagaan politik yang kuat, yang tercermin dalam jaringan kesisteman dan organisasi di seluruh wilayah Indonesia. Diposisikan sebagai kekuatan politik altematif dari sistem kepartaian yang bersifat sektarian pada awal Orde Baru.