An-Na‘im argues that the coercive enforcement of Shari‘a by the state betrays the Qur’an’s insistence on voluntary acceptance of Islam. Just as the state should be secure from the misuse of religious authority, Shari‘a should be freed from the control of the state. State policies or legislation must be based on civic reasons accessible to citizens of all religion…
Tulisan-tulisan yang dimuat dalam buku ini merupakan hasil revisi dan perluasan dari makalah yang disajikan pada Seminar tentang Hak Asasi Manusia dan Aplikasi Hukum Islam di Dunia Modern yang diselenggarakan oleh Norwegian Institute of Human Rights (NIHR), Oslo, 14-15 Februari 1992.
Tak sekedar reformasi atau rekonstruksi. Dekonstruksi syariah adalah eksperimentasi Abdullahi Ahmed An-Na`im yang sangat mendasar. Baginya, reformasi syariah tak mampu menjawab kebuntuan metodologis untuk memecahkan paradoks yang selama ini melekat dalam syariah yang diskriminatif terhadap perempuan dan non-muslim, bahkan tetap melegalisasi perbudakan. Karena itu, isu-isu penting untuk masa dep…
Syariah memiliki masa depan cerah dalam kehidupan publik masyarakat islam. namun An-Na'im tegas2 menolak penerapan syariah yang dipaksakan oleh negara. Menurutnya sebagai ajaran suci, syariah haruslah dilaksanakan oleh setiap muslim secara sukarela, oleh karena penerapan oleh negara secara formal dan paksa, dapat menyebabkan prinsip-prisip syariah dapat kehilangan otoritas dan nilai kesuciannya…