FOR MORE THAN THREE DECADES, Soeharto reigned as the most powerful man in Indonesia - President, father figure and infallible leader to millions. That span of the country's history has remained largely opaque to the public, with confusion and vagaries obscuring the inner workings of his regime. In Shades of Grey: A Political Memoir of Modern Indonesia 1965-1998, longtime political insider Jusuf…
Buku ini dicap sebagai “bacaan berbahaya” sejak pertama kali terbit dalam bahasa Swedia 30 tahun lalu. Tetapi sebagai karya daya tariknya bukan hanya pada bagaimana kekuasaan Orba begitu takut pada buku ini, melainkan cara Olle Tornquist menempatkan pokok pembahasan atas Peristiwa G30S 1965. Tornquis mengupas persoalan yang hampir tidak pernah dicermati dengan sungguh-sungguh di dalam karya…
Memaparkan kehidupan seseorang yang bukan merupakan tokoh sejarah Indonesia, tetapi merupakan pelaku langsung sejarah di Tahanan Salemba dan inrehab Pulau Buru. Kresno Saroso menjadi salah satu tahanan politik karena dianggap bersinggungan dengan Peristiwa 1965.
Pembunuhan masal anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965-1966 merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Diperkirakan 78.000-500.000 orang telah dibantai dalam kurun waktu itu. Bahkan, beberapa sarjana memperkirakan jumlah korban mencapai satu juta orang. Ironisnya, sedikit sekali penelitian yang secara khusus membahas peristiwa tersebut. Penulis mencatat tak lebih dar…
Dalam buku ini penulis menyanggah berbagai pikiran dan uraian yang dikemukakan Orde Baru berkaitan dengan sejarah Indonesia 1965/1966.
Diterbitkan pertama kali dalam bahasa Inggris dengan judul Shades of grey: a political memoir of modern Indonesia 1965-1998 oleh Equinox. Buku ini merekam berbagai peristiwa penting terkait dengan proses transisi politik yang mengantarkan kehadiran Orde Baru hingga Era Reformasi.Buku ini secara detail merekam latar belakang Golkar (Golongan Karya) yang dipilih oleh Soeharto sebagai kekuatan pol…
Lampiran berisi nama-nama korban peristiwa 1965 sampai dengan tahun 1968 di Indonesia.
The violence directed against the political left in Indonesia from 1965 until 1968 has been the subject of intense speculation. The large number of deaths and brutal interrogations, as well as rape, torture, short- and long-term detention and on-going discrimination inflicted on hundreds of thousands of people, makes this a compelling topic. However, political sensitivities within Indonesia and…