Dibawah Bendera Revolusi adalah buku fenomenal yang menghimpun tulisan-tulisan Soekarno pada masa penjajahan Belanda (1917 – 1925) dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1959 oleh sebuah Panitia Penerbitan di bawah pimpinan H. Mualliff Nasution. Pada tahun 1963 buku monumental itu mengalami cetak ulang yang kedua dan hanya dalam waktu dua minggu sudah habis terjual. Tidak mengherankan setela…
Peristiwa 1 oktober 1965 diikuti kampanye antikomunis dan pembunuhan massal. Korbannya kurang lebih satu juta jiwa. Dianggap sebagai salah satu genosida yang terbesar setelah Perang Dunia II. Ini masih ditambah penahanan jutaan lainnya selama satu dekade atau lebih tanpa proses hukum. Pembersihan ini dibenarkan dan dimungkinkan oleh kampanye propaganda ketika komunis digambarkan sebagai hantu a…
Buku "Pandangan dan Gejolak: Masyarakat Kota dan Lahirnya Revolusi Indonesia (Surabaya 1926-1946)" oleh William H. Frederick, diterjemahkan oleh Hermawan Sulistyo, membahas proses sejarah di Surabaya dari akhir masa penjajahan hingga meletusnya Revolusi Indonesia. Buku ini menggunakan pendekatan sejarah sosial untuk menganalisis peran masyarakat kota Surabaya dalam membentuk semangat revolusi. …
Berisi tiga petikan kisah-kisah revolusi : Blora, Jalan Kurantil 28, dan Dendam, mutiara dalam khasanah satra modern Indonesia.
Ditujukan untuk bahan kajian sejarah, penulis berusaha mengungkap satu rentetan sejarah Indonesia yang masih kabur, yaitu PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang melibatkan Partai Masyumi, atau paling tidak tokoh-tokohnya. ---------------------- Berisi jejak tiga tokoh Masyumi yang terlibat dalam PRRI: Mohammad Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, dan Boerhanuddin Harahap.