Penulisan buku ini bertujuan untuk menunjukkan latar belakang dan argumen privatisasi air, instrumen utama privatisasi air, aktor-aktor dan bagaimana privatisasi air didorong melalui pinjaman luar negeri. Buku ini juga mengupas kondisi privatisasi air yang telah terjadi di kota Jakarta dan lainnya, serta dampak privatisasi di berbagai sektor pada beberapa negara.
Privatisation of utilities began to spread into developping countries since the 1980s, promising economic growth through private sector participation. Even though it has become a complete fiasco, many countries still incorporate it in the development policies. This dissertation examines privatisation of water in Indonesia, and how the idea of privatisation is developed and nurtured in the devel…
Air harus diperlakukan sebagai harta sosial dan budaya bukan semata-mata sebagai komoditi ekonomi. Kehidupan di Bumi tergantung sepenuhnya pada air. Setiap manusia membutuhkan sedikitnya 50 liter air untuk minum, masak, mencuci, untuk sanitasi dan untuk bertumbuhnya tanaman pangan setiap hari. Namun, dalam penggunaan air juga terjadi ketidakadilan luar biasa. Warga di AS rata-rata menggunakan 2…
Hingga kini, pengelolaan dan layanan atas air di Dunia Ketiga pada umumnya dilakukan oleh badan publik (pemerintah) yang beroperasi untuk melayani kebutuhan air seluruh masyarakat. Tarif air biasanya rendah karena disubsidi dengan anggaran pemerintah. Namun, belakangan seiring dengan mencuatnya situasi krisis sumberdaya air di berbagai belahan dunia, muncul desakan agar pengelolaan dan layanan …
Privatisasi adalah kebijakan paling kontroversial saat ini. Ketika himpitan ekonomi membuat masyarakat kian sulit memperoleh kebutuhan dasarnya, lembaga-lembaga pembangunan internasional yang mengusung pola pikir Washington Consensus malah mengusulkan privatisasi sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Penanganan kebutuhan umum seperti pendidikan, air bersih, dan layanan kesehatan diserahkan…