Hampir sepanjang enam tahun (1998-2004), nama Poso seakan tidak lepas dari berbagai perbincangan publik. Entah di forum diskusi, seminar atau liputan media massa, hingga di warung-warung kopi. Bukan pesona keindahan alam Danau Poso atau Pulau Togian yang menjadi tema pembicaraan, melainkan episode demi episode konflik berdarah yang menjadi topik utamanya. Poso menjadi sangat terkenal karena…
Pengalaman Pendeta Rinaldy Damanik sewaktu terjadinya kerusuhan Poso dan ketika berada dalam tahanan Mabes Polri. Damanik menganalisis sebab musabab konflik Poso pada Desember 1998 yang pada nampak sebagai kerusuhan antar agama, padahal kerusuhan tersebut hanyalah efek yang lahir dari perebutan kekuasaan di tingkat lokal antara kelompok masyarakat.
Buku ini mencoba merekam kronologi peristiwa kerusuhan horisontal di Poso, Sulawesi Tengah yang terjadi pada 1998 sampai dengan 2001.
Buku ini mengungkapkan peristiwa-peristiwa kerusuhan atau konflik yang terjadi di daerah Poso.
Table of Content - Oliver W. Wolters -by- Stanley J. O'Connor - The Indonesian Military's Last Years in East Timor: An Analysisof its Secret Documents -by- Samuel Moore - Communal Violence in Poso, Central Sulawesi: Where People Eat Fish and Fish Eat People -by- Lorraine V. Aragon - Grounds of Conflict, Idioms of Harmony: Custom, Religion, and Nationalism in Violence Avoidance at the Lind…
Membedah kerusuhan Poso disertai dengan data intelejen.
Bagaimana rekonsiliasi dilakukan hingga menghasilkan perdamaian di Tanah Poso, siapa aktor yang berperan, bagaimana aktor-aktor ini menyikapi rekonsiliasi terurai di buku ini.
Poso membara! Rentetan kekerasan bahkan terus bergulirnya pasca konflik massal 1998-2001. Peledakan bom, perampokan bersenjata, pembunuhan warga masyarakat dan aparat seakan tanpa ujung. Sekian banyak peristiwa kekerasan bernuansa teror terus terjadi tanpa dapat diungkap pelakunya. Sabtu 29 Oktober 2005, Poso gempar lagi. Pagi itu ditemukan tiga tubuh siswi berseragam SMU bersimbah darah, tanp…