Buku ini bisa dikatakan sebagai kajian lanjutan buku sejenis yang mengkaji tentang pemikiran Islam Indonesia. Penulis memotret gerakan pemikiran di kalangan muslim Indonesia dari rentang waktu 1991-2002. Penulis memetakan beberapa tipologi: liberal-progreasif, liberal-eksklusif, liberal-moderat, liberal-radikal, hingga liberal-transformatif.
Fakta bahwa kita hidup dalam berbagai bentuk hubungan sosial, hubungan budaya dan hubungan teknologi, telah membuat kita cemas didalam menghayati Identitas kita sebagai manusia. Mengejar identitas kemanusiaan dengan cara kekerasan adalah irasionalitas tertinggi manusia, karena justeru dengan itu, pengertian kemanusiaan yaitu kemampuan untuk mencapai pemahaman, direndahkan menjadi untuk memusnah…
Dua tujuan dari penulisan buku ini adalah : mengkaji para pemikir bebas di kalangan muslim di abad pertengahan dan kedua menunjukkan pengaruh mereka terhadap pemikiran kaum muslim belakangan.