Geger Tengger adalah performa dari sebuah perubahan sosial yang terjadi di masyarakat suku, ketika menghadapi penetrasi politik dan kultural dari \'luar\'. Intervensi negara dalam proyek islamisasi, modernisasi sistem pertanian dan perkelahian ideologis partai politik (aliran) berdampak serius bagi tatanan dan proses transformasi pencarian identitas sosial masyarakat pegunungan yang berwatak eg…
Diterbitkan pertamakali dalam Bahasa Prancis di Paris, 2006. Jakarta identik dengan kekerasan. Ada kekerasan negara yang sohor semacam Peristiwa 1965, Malari 1974, penembak misterius, kerusuhan massal 1998. Atau kekerasan yang terjadi sehari-hari semisal perampokan, penodongan, pemerasan, pencopetan, pengeroyokan, tawuran. Buku ini menganalisa bagaimana kekerasan melingkupi berbagai wilayah Ja…
Berisi analisis komprehensif mengenai episode-episode kekerasan komunal yang berkepanjangan dan berskala luas yang pecah selama transisi pasca-Orde baru. Kekerasan komunal seperti ini baru kali ini terjadi di Indonesia. Baik publik maupun ahli dalam dan luar negeri belum bisa memahaminya dengna baik. Buku ini menggunakan pendekatan politik perseteruan (contentious politics, perkembangan dari t…
Buku ini menyajikan dokumentasi proses muncul dan dibahasnya RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya, sebelumnya bernama RUU Keselamatan dan keamanan negara, yang penuh kontroversi dan menimbulkan korban jiwa.Pergumulan di sekitar proses pembahasan RUU tersebut, yang berlangsung terutama di masa pemerintahan Presiden BJ Habibie, dibentangkan secara jernih dalam buku ini.
Terbitan ini berisi konflik sosial (Communal conflict) di daerah Sulawesi Tengah
Buku ini pada awalnya adalah skripsi sarjana denan judul: Konflik sosial di Kudus 1918: terlibatnya Sarekat Islam Kudus dalam konflik sosial ekonomi. Studi ini adalah tentang konflik sosial ynag terjadi di Kudus pada tahun 1918. Studi ini berusaha memahami mengapa konflik itu sampai terjadi agar konflik-konflik sosial yang muncul dalam masyarakat dapat diredam atau dikelola dengan baik.
Intisari dari buku ini adalah mengenai kompleksitas perubahan sosial politik pertambangan di Indonesia yang dilihat dari sudut perspektif lintas disiplin- sejarah, sosiologi, politik dan kebudayaan. Dalam kompleksitas kehidupan tambang tersebut, konflik kelas dan etnik menjadi warna dominan yang mewarnai sejarah pertambangan Indonesia.