Peristiwa kerusuhan Mei 1998 sebagai sebuah tragedi kemanusiaan tidak bisa begitu saja dilupakan atau pun dihilangkan dari ingatan kolektif masyarakat. Upaya penghilangan itu sama saja dengan menutup ruang belajar bagi seluruh masyarakat untuk memperbaiki kehidupan bangsa di masa-masa mendatang. Bahkan lebih dari itu, upaya-upaya menghilangkan ingatan atas peristiwa tersebut dari sejarah bangsa…
Buku memoar \\\"Kesaksianku tentang G-30-S\\\" yang ditulis oleh Dr. H. Soebandrio (mantan Wakil Perdana Menteri I dan Kepala Badan Pusat Intelijen/BPI era Soekarno) merupakan salah satu dokumen penting penyeimbang sejarah Orde Baru. Buku setebal 80 halaman yang diterbitkan pasca-reformasi ini menjadi bentuk pembelaan dirinya setelah dipenjara selama 30 tahun atas tuduhan terlibat dalam peristi…
Peristiwa 1 oktober 1965 diikuti kampanye antikomunis dan pembunuhan massal. Korbannya kurang lebih satu juta jiwa. Dianggap sebagai salah satu genosida yang terbesar setelah Perang Dunia II. Ini masih ditambah penahanan jutaan lainnya selama satu dekade atau lebih tanpa proses hukum. Pembersihan ini dibenarkan dan dimungkinkan oleh kampanye propaganda ketika komunis digambarkan sebagai hantu a…
"Orde Zonder Order: Kekerasan dan Dendam di Indonesia 1965-1998" adalah judul buku yang ditulis oleh Frans Husken dan Hubb de Jonge, diterjemahkan oleh M. Imam Aziz dan diedit oleh Retno Suffatni. Buku ini membahas tentang kekerasan dan dendam yang terjadi di Indonesia selama periode 1965-1998, khususnya terkait dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 1965.