This publication attemps to raise awareness about the theats and challenges faced by media and human rights defenders in the current restrictive and repressive environment in many countries in Asia. More awareness about what is going on, and more awareness about what could or should be done. It is an attempt to start a dialogue an how both media and human rights defenders view the challenges we…
Masalah pengaturan Internet dan HAM di Indonesia menjadi salah satu tantangan HAM saat ini, karena internet telah menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2012, Indonesia menduduki posisi 8 di dunia dan posisi 4 di Asia dalam jumlah penggunaan internet (facebook 51.096.860 pengguna, twitter kurang lebih 20 juta pengguna, dan blog sekitar 5.270.658.). Nam…
This research examines the determining criteria for regulation of freedom of expression exercised on the internet, allowing a "fair balance" between that freedom and other competing interests. The book will benefit lawyers and courts which have to deal with an increasing number of cases involving online speech. It will also assist legislators when they consider adopting or amending legislation …
Daftar isi lihat di: http://muse.jhu.edu/journals/human_rights_quarterly/toc/hrq.34.2.html
This study assesses blasphemy and religious insult laws in Algeria, Egypt,Greece, Indonesia, Malaysia, Pakistan, and Poland, analyzing their compatibility with international law and their impact on human rights. By definition, these laws, which are designed to protect religious institutions, doctrines, figures, and concepts—in other words, nonhuman entities and ideas—from insult or offense,…
With around 2.3 billion users, the Internet has become part of the daily lives of a significant percentage of the global population, including for political debate and activism. While states are responsible for protecting human rights online under international law, companies responsible for Internet infrastructure, products and services can play an important supporting role. Companies also ha…
Melalui buku ini Lessig memperlihatkan bahwa di luar kenyataan tentang teknologi baru yang selalu melahirkan hukum baru, kini para pelaku monopoli budaya justru memanfaatkan ketakutan yang diciptakan teknologi baru, terutama internet, untuk mebatasi gerak gagasan di ranah publik, meskipun korporasi-korporasi ini juga menggunakan teknologi yang sama untuk semakin mengendalikan apa yang dapat dan…
Buku ini, disebut "Buku Putih", adalah sebuah usaha untuk menjelaskan posisi dan kondisi Majalah TEMPO, sebelum dan setelah ia dibredel 21 Juni 1994. Penyusunnya adalah para wartawan Majalah TEMPO, atau, seperti mereka menyebut diri mereka sendiri, para "alumni" Majalah TEMPO. Mereka merasa bahwa versi yang lebih utuh tentang majalah mereka -- dan juga tentang pembrangusannya -- belum pernah di…
Uraian dalam buku ini banyak menyentuh masalah kebebasan dan tanggung jawab pers nasional (freedom and control of the press); lebih dari separuh artikel dan tulisan kolom menyoroti kelemahan UU Pokok Pers, keberadaan SIUPP, pembredelan, Permenpen 01/1984 terutama pasal 33h, delik-delik pers, delik-delik politik, delik-delik penyebar kebencian (haatzaai delicten), kemandirian lembaga peradilan, …