Kumpulan tulisan ini menyentuh aspek penting kehidupan orang Tionghoa pasca-peristiwa Mei 1998.
Sebuah pembahasan historis tentang arti dan reaksi kaum pergerakan atas kemunculan orang dan partai Nazi di Indonesia (fasisme). Terutama menguak bagaimana sebenarnya kaum pergerakan memahami perkembangan fasisme dari kacamata rakyat jajahan. Apakah orang dan partai Nazi dilihatnya sebagai peluang untuk mempercepat proses mencapai kemerdekaan? Ataukah mereka harus bekerja sama dengan penguasa k…
Setiap peristiwa, apalagi berkait dengan peristiwa perjuangan kemerdekaan, yang tidak terdokumentasi maka ia tidak atau belum disebut sebagai sejarah. Demikianlah aturan resmi untuk menentukan otentisitas suatu peristiwa sehingga benar-benar disebut sebagai fakta sejarah. Maka, setiap dokumentasi peristiwa, entah itu dalam bentuk tulisan, monumen, candi, prasasti, entah yang lainnya, mutlak d…
Berusaha mengangkat historiografi yang reflektif tidak saja untuk menguji secara kritis metodologi sejarah, tetapi juga menguji dan merumuskan kembali berbagai klaim kebenaran dan melihat bagaimana hal ini merupakan hasil dinamika sejarah.
Buku ini merekam beragam kisah pedih yang terjadi di Bali, khususnya pemberontakan G 30 S / PKI. Pembantaian massal pasca G30s 1965, merupakan sejarah buruk yang terjadi di negeri ini. Ratusan ribu jiwa manusia yang di-PKI-kan melayang tanpa memperoleh keadilan, Tragedi ini sungguh merupakan kisah kelam, bukan hanya bagi para korban, tetapi juga bangsa indonesia.
tujuan dari penerjemahan buku ini adalah untuk menantang ortodoksi sejarah di Indonesia. Berupaya melacak bagaimana tafsir sejarah diciptakan dan membongkar kepentingan-kepentingan yang ada di baliknya.