A strength of the book is that it explains that Australia's shameful stance on East Timor dates right back to before the Indonesian invasion. Close relations with Indonesia were a priority of the Whitlam government's foreign policy. In September 1974 and April 1975, Whitlam met with Indonesian dictator Suharto and told him that Australia favoured the integration of East Timor into Indonesia. …
Referensi tentang sejarah dan perjuangan rakyat Timor Leste serta hubungannya dengan rakyat Indonesia.
Volume 5 Chega! mencakup ringkasan dakwaan, laporan yang diminta oleh PBB mengenai kekerasan pada 1999, data dan metode statistik, ucapan terimakasih, serta indeks seluruh laporan.
Volume 4 Chega! mencakup tanggungjawab pelanggaran yang lalu, rekonsiliasi komunitas CAVR serta program dukungan korban, dan rekomendasi Komisi.
Volume 3 Chega! mencakup penghilangan paksa dan kelaparan, penahanan dan penyiksaan, pelanggaran hukum perang, pengadilan politik, kekerasan seksual, dan pelanggaran hak anak serta hak ekonomi dan sosial.
Volume 2 Chega! mencakup perjuangan diplomatis untuk penentuan nasib sendiri, pembunuhan di luar hukum, dan penghilangan paksa.
Volume 1 Chega! mencakup mandat CAVR, sejarah konflik, rezim pendudukan, serta struktur dan strategi Resistansi. Ditutup dengan suatu profil pelanggaran yang dilakukan selama 1974-1999.
Buku panduan untuk Chega! dari laporan akhir Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CAVR) Timor Leste, disusun untuk menjamin akses maksimum pada pemahaman mengenai laporan akhir dan temuan-temuan serta rekomendasi-rekomendasinya. Panduan ini terutama ditujukan kepada mereka yang tidak memiliki waktu banyak untuk membaca laporan lengkap atau ringkasan eksekutifnya, tapi membutuhkan ref…
This unique inside account traces events in East Timor form the negotiations that led to the May 1999 agreements among Indonesia, Portugal, and the United Nations to the mandating of international intervention to check the violence that wracked the country following the elections.