Cerita mengenai perempuan yang dijadikan budak seks oleh para tentara Jepang di Pulau Buru, pada Perang Dunia II.
Pada awal berdirinya Orde Baru, musuh besar penguasa ternyata bukan hanya komunisme, melainkan rambut gondrong. Persoalan yang sepertinya sepele ini ternyata menyita perhatian khusus penguasa. Petinggi militer mengeluarkan raiogram pelarangan rambut gondrong, bahkan Pangkopkamtib bicara mengenainya di TVRI. Instansi publik menolak melayani orang-orang berambut gondrong. Pelajar, mahasiswa, arti…
Buku ini berusaha mengungkapkan berbagai teori tentang siapa dalang di balik peristiwa 1965.
Peristiwa dini hari tanggal 30 September 1965 dapat dikatakan sebagai “malam jahanam”, yang merupakan pembuka kunci dari peristiwa-peristiwa besar selanjutnya, yaitu pembunuhan di antara sesama anak bangsa. Setelah peristiwa itu terjadi di Jakarta, maka secara serta-merta konflik horizontal di berbagai daerah pun terjadi. Saling bunuh dan penangkapan dengan tuduhan terlibat sebagai anggot…
Foreword bu Noam Chomsky -- "Andre Vltchek has compiled a stunning record in evoking the reality of the contemporary world, not as perceived through the distorting prisms of power and privilege, but as lived by the myriad victims. He has also not failed to trace the painful – and particularly for the West, shameful – realities to their historical roots. The remarkable scope of his inquiries…
Disertasi Program Doktor Ilmu Sejarah Universitas Indonesia-- Buku ini merupakan narasi sejarah yang menjelaskan apa, kapan, bagaimana, dimana dan mengapa keadaan bahaya diterapkan.
Tetralogi Pulau Buru ditulis sewaktu PAT masih mendekam dalam kamp kerjapaksa tanpa proses pengadilan di Pulau Buru. Mengambil latar kebangunan dan cikal bakal nasion bernama Indonesia di awal abad ke 20. Tetralogi ini merupakan roman sejarah yang terdiri dari empat judul, yaitu: Bumi manusia, Anak semua bangsa, Jejak langkah, dan Rumah kaca.Pembagian dalam format ini bisa juga diartikan sebagi…
Di dalam buku ini kita akan menemukan bagaimana pembunuhan massal yang terjadi di Lampung pada Februari 1989 oleh negara terhadap rakyatnya sendiri. Itu dilakukan dalam rangka pemaksaan asas tunggal Pancasila dan secara ideologis adalah pertempuran antara Islam dan Pancasila.