Bertutur tentang kisah kemanusiaan masyarakat terdampak 'lumpur Lapindo' di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kisah ini kudapat dari catatan-catatan panjang seorang sahabatku, Adi Suwardi; yang berharap kisah ini bisa dibaca anak cucunya. Agar mereka tahu, bahwa bapaknya, kakeknya, kakek buyutnya, pernah mengalami penggalan priode sejarah yang hitam, penuh jelaga. Jelaga kebencian. Manusia dijadikan buruan, dibunuh, dirampas hartanya, dan di perkosa. Tak ada harga. Ditangkapi, dibui belasan tahun, …
Bersetting di Kota Salatiga, Jawa Tengah, pasca peristiwa 1965. Sebagai anak PKI, Gitanyali dipaksa menerima kehidupannya tidak lagi sama sejak akhir 1965. Ia masih SD di kota kecil di kaki Gunung Merbabu ketika menyaksikan sang ayah diambil aparat, dan tak pernah ketahuan rimbanya. Ibu dan sanak saudaranya menyusul ditahan tanpa tahu kapan akan dibebaskan karena dianggap terlibat Peristiwa G30S.
Setting novel ini dimulai dari jaman Jepang sampai perang kemerdekaan dan sesudahnya. Menceritakan kehidupan nelayan Tambak Lorok di Semarang yang miskin dan diperlakukan sewenang-wenang oleh juragan.