Fatima Mernissi mengungkapkan dengan lugas semangat pembebasan atas bahasa, politik, syariah, dan akidah yang mengandung bias kekuasaan. Mernissi menyadari banyak impian pembebasan yang belum terwujud, perempuan belum mencapai status yang sama dengan laki-laki dan demokrasi belum diterima sebagai sistem sosial politik di dunia Arab. Dalam suasana seperti itu, ajaran-ajaran Islam sering menjadi …