Menyampaikan sejumlah problem mengenai sepak terjang PT Freeport Indonesia yang berkaitan dengan pelanggaran HAM di bumi Papua, juga menyinggung bisnis militer yang berlangsung di sana. Selain itu dipaparkan juga sejumlah informasi mengenai kontrak karya PT FI. ----------------- Lampiran berisi tabel daftar pembunuhan di Tembagapura dan Timika 1994-1995
Fiksi sketsa sosial dan kesaksian sejarah yang mencekam, ketika kekuasaan yang militeristik menjadi sedemikian bengis dan kejam.
Buku ini menuturkan kisah dramatis dan tragis mengenai kekerasan hak asasi manusia yang diakibatkan kekuatan modal. Memperlihatkan ketimpangan pembagian keuntungan antara Freeport dan pemerintah Indonesia sejak tahun 1967. Pada 1997-1998 perjuangan suku Amungme mencapai puncaknya, suku ini menuntut hak-hak mereka agar diperhatikan oleh pemerintah dan PT. Freepot.
Kasus sengketa penguasaan tanah di Pasuruan antara masyarakat dengna TNI AL terkait tanah yang kini digunakan sebagai Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AL, dapat dikatakan sebagai miniatur konflik penguasaan tanah antara masyarakat dengan militer di Indonesia. Dalam banyak kasus, sebagaimana juga terjadi di Pasuruan, sengketa ini kerap dipenuhi oleh berbagai tindak kekerasan atau aksi penemb…
Buku ini adalah salah satu kajian politik tentang rezim Orde Baru yang paling mendalam, berdasarkan pada riset dokumenter dan hasil wawancara yang komplet. Buku ini begitu rinci mengupas sepak terjang dan kepiawaian Soeharto sebagai dalang jenderal-jenderalnya yang sangat setia dan mendominasi kelompok elite Orde Baru. Dikisahkan bagaimana Soeharto memainkan mereka dalam perang melawan baris…
Sejak 2005 desakan untuk merevisi UU No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan militer telah mengemuka. Sistem ini dianggap menjadi alat langgengnya impunitas, karena memiliki yurisdiksi untuk mengadili aparat militer yang melakukan tindak pidana umum.Proses di peradilan militer tertutup, tidak transparan dan tidak mengakomodir kepentingan korban. Pengkajian ini berangkat dari catatan atas pandangan,…
Risalah Konperensi tentang HAM yang diadakan oleh FRR Law Office dan Universitas OSLOENSIS di hotel Grand Kemang 11-12 April 2006. Pembicara dalam konferensi: Stein Tonneson, Anhar Gonggong, Ryaas Rasyid, C. Simbolon, Nils Marius Rekkedal, Christian Ranheim, Komariah E. Supardjaya, P. Sihombing, Edy Prasetyo, Bambang Darmono, Abdul Hakim Garuda Nusantara, Terje Lund, Rudi M. Rizki.
Senior officers can use this handbook as a code of conduct to instruct their troops and give orders in conformity with the law of war, thereby respecting the Geneva Conventions and their Additional Protocols.