Buku pedoman ini merupakan hamparan pengalaman lembaga mitra dan menjadi pembelajaran yang kemudian dituangkan dalam bentuk langkah-langkah yang dapat dijadikan refernsi untuk penyelenggaraan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia.
buku ini adalah sebuah Catatan dari konsultasi regional: RAN-PKTP rencana aksi nasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan
Masyarakat tanpa kekerasan yang aman, adil, dan demokratis, sejahtera, berkeadilan gender, berwawasan lingkungan, dan menjunjung hak asasi manusia - perempuan dan laki laki- dapat dicapai melalui Sikap dan Perilaku masyarakat dan lembaga lembaga negara yang tidak mentolerir sedikitpun kekerasan terhadap perempuan di segala aspek kehidupan
Buku ini secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian, bagian pertama berbicara tentang konteks perempuan sebagai warga negara Indonesia dalam hukum, dan kedua bagaimana perempuan berhadapan dengan proses hukum.
Dengan dua perspektif hukum Islam dan hukum Pidana, buku ini mencoba menjawab problem kekerasan dalam rumah tangga.
Membahas pembela HAM, tipe-tipe pembela HAM, dan mengapa pembela HAM patut dilindungi oleh negara.
Bagaimana proses perekrutan tentara anak itu tergambarkan dalam dokumen Organisasi HAM Earth Right International (ERI), yang mengkaji tentara Burma dari rezim tidak sah, The State Law and Order Restoration Council (SLORC). Tentara ini lebih dikenal dengan nama pyithu Tatmadaw atau orang-orang Tatmadaw. Dokumen yang dipublikasikan tahun 1998 itu, mengisahkan bahwa tentara Tatmadaw sebagian dipak…
Buku ini adalah rangkuman sejumlah pokok yang digeluti Komnas Perempuan dalam mengupayakan pemulihan bagi korban sekaligus upaya menciptakan ruang untuk pengungkapan kebenarandan menghadirkan keadlilan bagi korban.
The anthology contains 13 short stories written between 1977 and 2002. Putu Oka as a freelance writer and an alleged member of the People's Cultural Institute (Lekra), a cultural organization that was linked to the communist party, Putu Oka was imprisoned in Jakarta from 1965 to 1976. One of the hardest trials he faced during this time was the complete banning of pen and paper.
Jumat, November 2013, 1998, di kampung Atmajaya di kawasan Semanggi,Jakartam 5000 sampai 10000 massa berkumpul mengadakan rally untuk memperjuangkan demokrasi. Tiba-tiba angkatan bersenjata menyalakan tembakan. Sejumlah 19 orang terbunuh dan hampir 500 orang terluka. Dengan kameranya, Puyundatu merekam suara dan gambar dari tragedy itu. Ia bukan wartawan berita professional melainkan pendukung …