"Tahu dan Pengetahuan: Pengantar Ke Ilmu dan Filsafat" adalah sebuah buku yang membahas tentang konsep-konsep dasar dalam ilmu pengetahuan dan filsafat. Buku ini, ditulis oleh I.R. Poedjawijatna, menjelaskan hubungan antara "tahu" (knowledge) dan "pengetahuan" (understanding), serta peran filsafat dalam memahami ilmu pengetahuan.
Filsafat modern, yang dimulai sekitar tahun 1650 dan berakhir sekitar 1900, adalah periode transisi dari skolastisisme ke pemikiran rasional dan ilmiah. Periode ini ditandai oleh tokoh-tokoh seperti René Descartes, Immanuel Kant, dan Ludwig Wittgenstein, yang pemikiran mereka membentuk dasar bagi filsafat modern.
Filsuf Lewis White Beck menyatakan: Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine the value and significance of the scientific enterprise as a whole. Di sini filsafat ilmu bertugas mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan signifikansi usaha ilmiah secara holistik. Filsafat ilmu mengajak…
Filsafat Ilmu Pengetahuan merupakan filsafat khusus yang membahas berbagai macam hal yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Sebagai filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan berusaha membahas ilmu pengetahuan seba- gai obyeknya secara rasional (kritis, logis, dan sistematis), menyeluruh dan mendasar.
“Kehendak untuk Berkuasa” adalah konsep sentral dalam filsafat seorang filsuf Jerman abad ke-19: Friedrich Nietzsche. Konsep ini paling tepat dipahami sebagai kekuatan irasional, ditemukan pada semua individu, dan dapat disalurkan pada tujuan yang berbeda-beda.