Perpustakaan ELSAM

  • Beranda
  • Informasi
  • Layanan
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Menggugat posisi masyarakat adat terhadap negara: Sarasehan Masyarakat Adat Nusantara di Jakarta, 15-16 Maret 1999
Penanda Bagikan

Book

Menggugat posisi masyarakat adat terhadap negara: Sarasehan Masyarakat Adat Nusantara di Jakarta, 15-16 Maret 1999

Candra Gautama - Nama Orang; Sandra Kartika - Nama Orang;

Masyarakat adat telah menjadi salah satu pihak yang paling banyak dirugikan oleh kebijakan-kebijakan pembangunan selama tiga dekade terakhir ini. Walaupun masyarakat adat merupakan elemen terbesar dalam struktur negara-bangsa (nation-state) Indonesia, dalam pembuatan kebijakan nasional eksistensi komunitas-komunitas adat ini belum terakomodasikan, atau bahkan secara sistematis disingkirkan dari agenda politik nasional. Perlakuan tidak adil ini bisa dilihat secara gamblang dari pengategorian dan pendifisian sepihak terhadap masyarakat adat sebagai "masyarakat terasing", "peladang berpindah", "masyarakat rentan", "masyarakat primitif", dan sebagainya. Pengategorian dan pendefinisian semacam itu membawa implikasi pada percepatan penghancuran sistem dan pola kehipunan mereka, baik dari segi ekonomi, politik, hukum, maupun sosial dan kultural.
............................
............................
Kalau di dalam negaranya sendiri saja masyarakat adat Nusantara sudah tidak memperoleh pengakuan dan perlindungan hukum yang pasti, tentu mereka akan semakin tertindas lagi oleh intervensi kekuatan modal dan pasar global. Oleh karena itu sekaranglah saatnya kesalahan-kesalahan lama tersebut ditinjau kembali; sekarang saatnya kita memeriksa dan mnggugat untuk kemudian sevara bersama-sama menata ulang hubungan dan posisi antara masyarakat adat dan negara. Reformasi yang kini sedang bergulir tidak aakan pernah mencapai tatanan politik yang menghormati hak asasi manusia dan demokratis apabila eksistensi dan aspirasi masyarakat adat tidak terakomodasikan di dalamnya. Maka, mau tidak mau, isu masyarakat adat ini harus menjadi agenda reformasi total menuju Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan.


Ketersediaan
#
Elsam Library (Indigenous Group) 306.08 MEN
0241-2001
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
306.08 MEN
Penerbit
Yogyakarta : Pustaka Pelajar., 1999
Deskripsi Fisik
xiv, 228 hal.; 24 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9799503256
Klasifikasi
306.08
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
ham dan politik
hutan adat
Indigenous peoples
kelapa sawit
masyarakat adat
negara
otonomi daerah
perempuan adat
Tambang
Tanah Adat
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan ELSAM
  • Informasi
  • Layanan
  • Bantuan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan ELSAM menyimpan lebih dari 7.000 koleksi buku dengan beragam topik. Dikelola untuk menunjang pengembangan pengetahuan dan diskursus HAM di Indonesia, perpustakaan ELSAM terbuka untuk para mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum yang memerlukan sumber rujukan tentang HAM dan topik terkait. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 — Elsam Library

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?