Book
Siasat buruh di bawah represi: partisipasi dalam hubungan industrial di jaman orde baru
Posisi buruh yang sangat strategis di satu pihak dan kebutuhan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, di pihak lain, telah menjadi faktor yang mudah menimbulkan ketegangan antara kalangan buruh dan pengusaha. Pemogokan buruh merupakan salah satu contoh dari ketegangan yang bersifat terbuka, dimana buruh menuntut adanya perhatian dan perbaikan dalam hubungan atau komdisi kerja, yang mungkin sebelumnya tidak menjadi perhatian pihak pengusaha. Dan ketika suatu pemogokan berlangsung, maka dapat diduga, bahwa gerak roda produksi akan berhenti, dimana hal tersebut berarti terjadi pengurangan pendapatan atau keuntungan di pihak pengusaha (pabrik). Kondisi seperti inilah yang secara prinsip ingin dihindari oleh pengusaha, namun di pihak lain mereka ingin tetap meningkatkan laju produktivitas tanpa perlu menambah biaya produksi, baik dengan meningktkan kualitas fasilitas ataupun melalui peningkatan upah buruh. Dinamika buruh yang mencerminkan reaksi terhadap situasi hidup yang menekan, bukannya ditanggapi secara positif, justru sebaliknya. Pengendalian terhadap buruh, sesungguhnya semakin sistematik mencengkram buruh, terutama oleh berbagai strategi lain, seperti tingginya angka pengangguran, yang secara tidak langsung memperlemah daya tawar buruh, dan juga penerapan mekanisme ban berjalan - yang membuat buruh secara praktis tidak meningkatkan keahliannya.
Tidak tersedia versi lain