Perpustakaan ELSAM

  • Beranda
  • Informasi
  • Layanan
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Hubungan struktural masyarakat hukum adat, suku bangsa, bangsa, dan negara: ditinjau dari perspektif hak asasi manusia
Penanda Bagikan

Book

Hubungan struktural masyarakat hukum adat, suku bangsa, bangsa, dan negara: ditinjau dari perspektif hak asasi manusia

Saafroedin Bahar - Nama Orang; John Bamba - Nama Orang; Frans Magnis Suseno - Nama Orang; F. Budi Hardiman - Nama Orang; Soetandyo Wignjosoebroto - Nama Orang; MM Billah - Nama Orang; Emil Kleden - Nama Orang; Gamawan Fauzi - Nama Orang; Mochtar Naim - Nama Orang; Abuddin Nata - Nama Orang; Dt Perpatih Nan Tuo - Nama Orang; Marhany V.P.PUA - Nama Orang; Radjab Semendawai - Nama Orang; Ignas Tri - Nama Orang;

Interaksi dan integralitas masyarakat hukum adat tumbuh dalam kekayaan budaya dan tradisi. Ia lantas menjadi keanekaragaman identitas, budaya, tradisi, bahasa, dan kepercayaan. Namun, keanekaragaman itu, realitasnya semu. Terjadi pembalikan ontologis: Negara lebih real daripada masyarakat hukum adat. Secara struktural kekuasaan pun, ia dinilai sebagai "the other". Dibiarkan hidup, tapi dalam batas-batas toleransi. Sementara dari sudut pandang ideologi birokrasi dan keamanan nasional, "the other" tetap dinilai berbahaya. Singkatnya, anomali ini perlu didomestifikasi, dihomogenisasikan dan diteritorialisasikan.

Problem masyarakat adat dan Negara muncul tatkala hukum Negara menegasikan eksistensi masyarakat hukum adat serta fungsi hukum-hukum tak tertulis yang mereka anut. Ketegangan ini terjadi di level lokal, nasional dan internasional dalam hal pengakuan, p[enghormatan dan perlindungan terhadap hak masyarakat hukum adat, yang menurut undang-Undang Dasar 1945 menjadi kewajiban utama Negara. Tak jarang, ketegangan itu lantas memicu timbulnya gejolak horizontal maupun vertikal. Ini akibat penyelenggara Negara tak memberi ruang cukup atau mengabaikan keberadaan struktur sosial politik masyarakat hukum adat. Di sisi lain, ketika terjadi konflik sumberdaya alam antara masyarakat hukum adat, perusahaan dan atau dengan Negara, masyarakat selalu diberi stigma sebagai pihak yang menghambat pembangunan dan mengganggu ketertiban umum. Pola pengkambing-hitaman masyarakat ini adalah wujud penyalah-gunaan hak Negara menggunakan kekerasan.

Dalam hubungan struktural masyarakat hukum adat, suku bangsa, bangsa, dan negara, ada sejumlah pandangan yang perlu dipertimbangkan oleh Negara. Pengakuan atas otonomi asli, yaitu ruang politik hukum untuk mengurus diri sendiri, soal hak atas ruang hidup: tanah dan sumberdaya alam dalam wilayah adat, dan soal letidak-terpisahan sejumlah hak yang dimiliki secara turun temurun (a bundle of rights), dan soal kelembagaan adat sebagai struktur sosial politik dalam komunitas yang merepresentasikan komunitas. Hal tersebut perlu dipertimbangkan, sebab kesenjangan struktural selama masa Post-New Order ini bukan makin menyempit tetapi makin menganga. YAng tergadai sesungguhnya adalah yang paling hakiki dari kehidupan rakyat sendiri, yaitu jati diri dan HAMnya itu.


Ketersediaan
#
Elsam Library (Indigenous Group) 306.08 HUB
1647-2006
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
306.08 HUB
Penerbit
Jakarta : KOMNAS HAM., 2006
Deskripsi Fisik
xxii, 190 p.; indeks
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9792614087
Klasifikasi
306.08
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
HAM
Hukum adat
Indigenous peoples
masyarakat adat
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan ELSAM
  • Informasi
  • Layanan
  • Bantuan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan ELSAM menyimpan lebih dari 7.000 koleksi buku dengan beragam topik. Dikelola untuk menunjang pengembangan pengetahuan dan diskursus HAM di Indonesia, perpustakaan ELSAM terbuka untuk para mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum yang memerlukan sumber rujukan tentang HAM dan topik terkait. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 — Elsam Library

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?