Book
Poso kekerasan yang tak kunjung usai: refleksi 7 tahun konflik Poso
Hampir sepanjang enam tahun (1998-2004), nama Poso seakan tidak lepas dari berbagai perbincangan publik. Entah di forum diskusi, seminar atau liputan media massa, hingga di warung-warung kopi. Bukan pesona keindahan alam Danau Poso atau Pulau Togian yang menjadi tema pembicaraan, melainkan episode demi episode konflik berdarah yang menjadi topik utamanya.
Poso menjadi sangat terkenal karena faktor kekerasan horizontal yang mengerikan. Berkaca pada berbagai fakta kekerasan yang kemudian berujung pada pelanggaran HAM di sana, justru tak pernah diperkirakan oleh warga Poso sendiri, membuat upaya mengatasinya sama dengan mengurai benang kusut. Menyebut faktor politik atau perebutan kekuasaan di balik kerusuhan berdarah tersebut pun tak sepenuhnya benar, mengingat ada pula sentimen keagamaan melatari setiap kerusuhan yang terjadi.
Itulah sebabnya, upaya mengungkap setiap fakta dalam kasus Poso, menjadi menarik untuk diikuti. Buku ini mencoba menguaknya dari berbagai perspektif, terutama perspektif HAM, meski tak selalu tuntas dalam penelusuran fakta-fakta yang berserakan itu. Sungguhpun begitu, buku ini bisa dijadikan acuan ketika orang harus berbicara soal konflik Poso dengan segala dinamikanya.
Tidak tersedia versi lain