Book
Masa depan Papua: merdeka, otonomi khusus dan dialog
Tigapuluh tahun sudah provinsi Irian Barat atau Irian Jaya yang kini lebih sering disebut Papua berintegrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan selama itu pula rakyat Papua merasakan kemiskinan, ketidakadilan, dan bahkan penindasan. Kekayaan alam yang terkandung di perut wilayah Kepala Burung itu lebih banyak dinikmati oleh penguasa di Jakarta.
Protes atas ketidakadilan dan penindasan yang berlangsung amat lama itu menemukan meomentumnya yang sanagat tepat yakni ketika rezim Orde Baru yang ditopang militer berhasil ditumbangkan oleh gerakan reformasi. Teriakan dan tuntutan merdeka makin nyaring disuarakan dan bahkan Kongres Rakyat Papua, Mei-Juni 2000 seakan mempertegas tuntutan tersebut.
Tidak tersedia versi lain