Perpustakaan ELSAM

  • Beranda
  • Informasi
  • Layanan
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Book

Kesenjangan dalam Komitmen dan Implementasi: Mengurai Hambatan Birokratik dalam Penegakan HAM di Indonesia

Azkar Ahsinin, Miftah Fadli, Iva Kesuma, Ruben Sumigar, Wahyudi Djafar - Nama Orang;

Sejak tahun 1984 hingga saat ini, Indonesia telah mengesahkan setidaknya delapan dari sembilan perjanjian internasional hak asasi manusia yang utama, ke dalam hukum nasionalnya. Jika diperbandingkan dengan negara maju, yang dikatakan memiliki komitmen penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan hak asasi bagi warganya lebih baik, Indonesia telah jauh lebih banyak melakukan pengesahan. Sebagai contoh Amerika Serikat, yang sampai dengan sekarang baru meratifikasi tiga perjanjian internasional hak asasi manusia. Namun demikian, di tengah banyaknya instrumen, yang menjamin perlindungan hak asasi manusia, diratifikasi oleh pemerintah Indonesia, ternyata belum tidak diikuti dengan membaiknya situasi penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
Secara umum dapat dikatakan, infrastuktur pemerintahan dan birokrasi dinilai masih menjadi persoalan dalam penegakan hak asasi manusia pasca-reformasi. Hambatan birokrasi tersebut menjadi problem infrastuktur yang tidak hanya terjadi dalam tataran prosedural namun dalam tataran kultural. Kulturalisme Pancasila dalam paradigma birokrasi di Indonesia menjadi hambatan ketika konvensi HAM internasional dengan nilai-nilai universalisme hendak diaplikasikan. Hal ini seperti dikemukakan oleh Juwana (2006), yang berpendapat bahwa konvensi-konvensi HAM internasional yang telah diratifikasi sulit diimplementasikan, salah satunya adalah akibat pengakuan terhadap konvensi HAM tidak disertai dengan pembangunan insfrastuktur yang efektif untuk mengimplementasikannya. Problem kultural (paradigma, cara berpikir, dll) juga menjadi masalah utama ketika konvensi HAM hadir iv 4 dalam bentuk yang “apa adanya” ketimbang diasimilasikan dalam bentuk-bentuk domestik.


Ketersediaan
#
Elsam Library 5501-2017
5501-2017
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
5501-2017
Penerbit
Jakarta : ELSAM., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-8981-73-9
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Birokrasi
kinerja ham pemda
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Kesenjangan dalam Komitmen dan Implementasi: Mengurai Hambatan Birokratik dalam Penegakan HAM di Indonesia
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan ELSAM
  • Informasi
  • Layanan
  • Bantuan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan ELSAM menyimpan lebih dari 7.000 koleksi buku dengan beragam topik. Dikelola untuk menunjang pengembangan pengetahuan dan diskursus HAM di Indonesia, perpustakaan ELSAM terbuka untuk para mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum yang memerlukan sumber rujukan tentang HAM dan topik terkait. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 — Elsam Library

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?