Book
Ajeg Bali: gerakan, identitas kultural dan globalisasi
Istilah Ajeg Bali mengandung makna pejantan dan bermuatan militeristik, slogan ini muncul setelah Bom Bali Oktober 2002. Buku ini mengupas secara komprehensif pergolakan identitas kebudayaan Bali, diawali dengan problem pembangunanisme dan globalisasi yang menjadi latar belakang perubahan sosial pada masyarakat Bali, agama pasar, masyarakat Bali yang dilanda sindrom konsumtif akut, dekadensi moralitas, hingga konflik kekerasan antarsesama orang Bali yang dipicu oleh perebutan sumber ekonomi serta perbedaaan memaknai tradisi.
Tidak tersedia versi lain