Book
Partai dan Parlemen Lokal era transisi demokrasi di Indonesia: Studi kinerja partai-partai di DPRD Kabupaten/Kota
Pemilihan umum legislatif 2004 yang merupakan pemilu multipartai kedua pasca-Orde Baru, berlangsung relatif bebas, adil, dan demokratis pada 5 April 2004 yang lalu. Pemilu dengan sistem yang amat rumit, jumlah pemilih yang sangat besar, dan cakupan daerah pemilihan yang sangat luas tersebut dipuji banyak kalangan sebagai salah satu pemilu demokratis terbesar di dunia. Indonesia kemudian dijuluki sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia sesudah India dan Amerika Serikat.
Namun demikian sangat jelas bahwa demokrasi bukanlah sekedar berlangsungnya pemilu. Pemilu yang bebas dan demokratis bahkan hanyalah salah satu prasyarat bagi terlembaganya demokrasi yang substansial, atau demokrasi yang tidak sekedar prosedural belaka. Diperlukan sejumlah prasyarat lain untuk mewujudkan suatu demokrasi yang substansial, dalam pengertian sistem demokrasi yang benar-benar efektif, produktif, dan menghasilkan pemerintahan yang adil dan lebih bertanggung jawab kepada rakyatnya. Prasyarat lain itu di antaranya adalah adanya partai-partai politik dan para politisi yang juga berperilaku demokratis serta berpihak kepada kepentingan rakyat. Dalam kaitan itu kajian ini berusaha mencari penjelasan, apakah akuntabilitas dan kinerja (performance) partai-partai politik yang duduk di lembaga-lembaga legislatif yang dihasilkan melalui Pemilu 2004 lebih baik dan atau lebih berpihak kepada kepentingan rakyat dibandingkan partai-partai hasil Pemilu 1999 yang lalu.
Tidak tersedia versi lain