Book
Menyintas dan menyeberang: perpindahan massal keagamaan pasca 1965 di pedesaan Jawa
Penelitian manunjukkan bahwa Islam, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, merupakan agama yang dianggap sangat dekat dengan pelaku kekerasan di masa itu. Persepsi ini terbangun drai keterlibatan sejumlah ormas (organisasi massa) Islam, seperti Pemuda Ansor, HMI, dan Muhammadiyah di beberapa daerah dalam menyikapi Peristiwa 1965, dan itu dianggap sebagai representasi dari kelompok Islam secara keseluruhan.
Sikap keras sebagian kelompok Islam terhadap orang-orang yang dianggap mempunyai kaitan dengan komunis banyak dipengaruhi ketidaktegasan pemisahan antara agama dna politik, dirasakan oleh korban sebagai citra Islam secara keseluruhan.
Buku yang awalnya adalah tesis dengan judul "Baptisan massal pasca peristiwa 30 September 1965 (studi kasus perpindahan agama ke Kristen di Salatiga dan sekitarnya pada tahun-tahun sesudah 1965)", di samping tugas formal buku ini merupakan bentuk ekspresi penulis dalam menafsirkan intervensi versi resmi dari Peristiwa 1965, yang diterima sejak masa kecil sampai remaja.
Tidak tersedia versi lain