Image of Bendungan, Rakyat dan Lingkungan: Catatan krisis rencana pembangunan PLTA Lore Lindu

Book

Bendungan, Rakyat dan Lingkungan: Catatan krisis rencana pembangunan PLTA Lore Lindu



Pembangunan bendungan berskala besar di Indonesia, sekurang-kurangnya pada masa orde baru, dipercayai membawa manfaat ekonomi tertentu secara signifikan. Kegunaannya di sektor pertanian antara lain ditunjukkan dengan terjadinya pelipat gandaan produksi pertanian, karena semakin banyak areal persawahan baru dapat terairi berkat banyaknya irigasi yang dibangun. Sektor industri juga dapat menyerap keuntungan setelah banyak di antara pembangunan bendungan terkait langsung dengan fungsi pengadaan listrik.
Meskipun demikian, pengalaman dalam kasus-kasus pembangunan bendungan berskala besar kerap memperlihatkan berbagai masalah. Seperti berkaitan dengan pembebasan tanah, relokasi penduduk, perubahan pola mata pencaharian dan lain-lain. Masalah-masalah ini kerap cepat berkembang menjadi konflik yang krusial.
..........
..........
Masalah sosial dan ekologi dari pembangunan bendungan berskala besar boleh jadi akan terjadi si Sulawesi Tengah, sehubungan rencana pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Danau Lindu. Dengan memanfaatkan air Danau Lindu sebagai reservoir alamiah, maka akan dilakukan pembangunan bendungan di muara danau tersebut, sehingga akan meninggikan permukaan air danau setinggi 2 meter dari ketinggian normal (alamiah). Akibatnya, pemukiman penduduk dan areal persawahan mereka di dataran Lindu akan tergenang. Oleh karenanya, rakyat di dataran Lindu yang berjumlah lebih 3.000 jiwa harus direlokasi. Menjadi masalah karena mereka tidak bersedia meninggalkan tanah leluhurnya.
Persoalan ekologi berkaitan dengan pembangunan PLTA tersebut adlah karena kegiatan pembangunannya akan berlangsung dalam kawasan yang memiliki kekayaan flora dan fauna endemik yang tinggi, yang secara definitif telah ditetapkan sebagai areal Taman Nasional Lore Lindu. Pembangunan terowongan, jalan masuk dan beberapa bangunan lainnya seperti tergambar dalam peta berlangsung tepat dalam kawasan yang semestinya diproteksi itu. Karenanya, banyak pihak menganggapnya sebagai persoalan penting. Sehingga, tidak kurang seorang Prof. Dr. BJ Habibie pun menganggap PLTA Lore Lindu tidak layak dibangun (Suara PEmbaharuan, 9 Pebruari 1994).


Ketersediaan

183-1996323.46 BENElsam Library (Property Rights)Tersedia

Detail Information

Judul Seri
-
No. Panggil
323.46 BEN
Penerbit WALHI : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
200 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9798071255
Klasifikasi
323.46
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Other version/related

No other version available




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this